ARTIKEL SHERLY TJOANDA DAN PERJUANGAN PEREMPUAN DALAM DUNIA POLITIK YANG MASIH PATRIARKAL

 

SHERLY TJOANDA DAN PERJUANGAN PEREMPUAN DALAM DUNIA POLITIK YANG MASIH PATRIARKAL

MHD Luthfi Yarsi Alhusaini Lubis

230902026

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Luthfi15605@gmail.com



ABSTRAK

Perjuangan perempuan dalam dunia politik Indonesia masih diwarnai oleh tantangan sistem patriarki yang mengedepankan dominasi laki-laki dalam pengambilan keputusan. Sherly Tjoanda hadir sebagai tokoh penting yang berhasil menembus dominasi tersebut dengan terpilih sebagai gubernur perempuan pertama di Maluku Utara pada tahun 2024. Dalam masa kepemimpinannya sejak 2025, Sherly menetapkan program strategis yang mengutamakan pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta penguatan ekonomi berbasis sumber daya lokal. Program ini menaikkan standar hidup masyarakat, terutama di daerah terpencil, serta memperkuat ketahanan wilayah. Sherly juga aktif menginisiasi program pemberdayaan perempuan melalui pelatihan keterampilan, akses pendidikan setara, dan advokasi perlindungan hak perempuan. Kepemimpinannya membuka ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk berperan dalam ranah publik dan pengambilan kebijakan. Keberhasilan Sherly menunjukkan bahwa perempuan bukan hanya mampu mengemban peran strategis dalam pemerintahan yang didominasi laki-laki, tapi juga dapat menjadi agen perubahan sosial-politik yang membawa kemajuan inklusif dan berkelanjutan. Dengan demikian, Sherly Tjoanda menjadi simbol penting perjuangan kesetaraan gender dan inspirasi bagi perempuan lain dalam dunia politik Indonesia.

Kata kunci: pemberdayaan gender, kepemipinan sherly tjoanda, kesetaraan, pembangunan, partisipasi 

LATAR BELAKANG

            Perjuangan perempuan dalam dunia politik Indonesia masih menghadapi berbagai hambatan yang bersumber dari sistem patriarki yang telah mengakar kuat dalam struktur sosial dan budaya. Sistem ini menempatkan laki-laki sebagai figur utama dalam pengambilan keputusan politik, sementara perempuan seringkali dipinggirkan dan dianggap kurang memiliki kapasitas untuk memegang peran strategis dalam pemerintahan. Realitas ini menyebabkan representasi perempuan di kancah politik nasional dan daerah masih sangat minim meskipun undang-undang telah mendorong adanya kuota perempuan. Kondisi ini berbanding terbalik dengan potensi dan kemampuan perempuan dalam mengawal kebijakan yang lebih inklusif dan berpihak pada keadilan sosial.

            Sherly tjoanda menjadi figur penting yang menggambarkan bagaimana perempuan dapat melawan dan menembus dominasi sistem patriarkal tersebut. Dengan latar belakang sebagai pengusaha, aktivis sosial, dan ketua dari berbagai organisasi kemasyarakatan di Maluku utara, sherly masuk ke dunia politik setelah meninggal suaminya, benny laos, yang sebelumnya menjabat sebagai calon gubernur. Dukungan koalisi politik yang luas terhadap sherly dan keberhasilannya pemilihan gubernur pada tahun 2024 menjadikannya sebagai wanita pertama yang memimpin provinsi Maluku utara. Keberhasilan ini bukan hanya terbatas pada pencapaian politik semata, tetapi juga symbol kuat perlawanan terhadap stereotip gender dan diskriminasi yang selama ini membelenggu perempuan di ranah publik.

            Penelitian dan tulisan tentang sherly tjoanda tidak hanya menggambarkan kisah individu, tetapi mencerminkan juga bagaimana perjalanan panjang emansipasi perempuan dalam ranah politik yang selama ini didominasi laki-laki. Dengan mengangkat tema ini, diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam tentang pentingnya pemberdayaan perempuan sebagai agen perubahan sosial dan politik di Indonesia.

PEMBAHASAN

            Sherly tjoanda resmi memimpin provinsi Maluku utara sejak tahun 2025 setelah memenangkan pilkada Maluku utara dengan perolehan suara 50,73% persen yang menjadikannya sebagai wanita pertama yang memegang jabatan gubernur di provinsi Maluku utara tersebut. Sherly tjoanda berhasil menetapkan Rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2025-2029 sebagai landasan strategis pembangunan provinsi dengan fokus utama pada penguatan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi berbasis sumber daya lokal. Pada tahun 2025, anggaran pembangunan difokuskan pada perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan terutama di daerah terpencil, dengan target pembangunan minimal 200 kilometer jalan tani di beberapa kabupaten termasuk Halmahera timur. Selain itu, pogram renovasi rumah layak huni mencapai 700 unit pada tahun 2025 dan rencana peningkatan menjadi 1.500 unit pada tahun 20206 dengan dukungan anggaran sekitar RP50 milliar. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan standar hidup masyarakat serta memperkuat ketahanan wilayah.

            Dalam sektor pendidikan dan kesehatan, Sherly mengalokasikan anggaran signifikan untuk program pendidikan gratis senilai Rp23 miliar dan peningkatan sarana-prasarana kesehatan, khususnya di wilayah yang tertinggal seperti Taliabu dan Batangdua yang selama ini minim akses layanan kesehatan. Kerja sama dengan berbagai pihak termasuk TNI serta pemerintah pusat turut mempercepat realisasi layanan dasar ini, sekaligus mempersiapkan Maluku Utara sebagai tuan rumah pra-Popnas Regional Timur 2026, menandai visi pembangunan berbasis kualitas sumber daya manusia dan daya saing yang inklusif dan berkelanjutan.

            Dalam konteks pemberdayaan gender, Sherly Tjoanda berperan sebagai simbol penting dalam membongkar dominasi patriarki yang selama ini menghambat partisipasi perempuan dalam dunia politik dan pemerintahan. Kepemimpinannya membuka ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk berkiprah aktif dalam ranah publik dan pengambilan keputusan. Ia menginisiasi berbagai program inklusif yang mendukung pemberdayaan perempuan, baik melalui pemberian pelatihan keterampilan, akses pendidikan yang setara, maupun advokasi untuk perlindungan hak-hak perempuan di tingkat daerah. Kehadiran Sherly sebagai gubernur perempuan pertama di Maluku Utara juga memberikan inspirasi dan motivasi bagi perempuan lain agar tidak ragu mengambil posisi strategis dalam politik dan pemerintahan yang selama ini didominasi laki-laki.

            Sherly juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam mengimplementasikan visi pembangunan yang adil dan berkelanjutan, dengan pemberdayaan perempuan sebagai salah satu pilar kunci. Kesuksesan kepemimpinannya selama lebih dari delapan bulan terbukti dengan kemajuan nyata pada berbagai program pembangunan, pertumbuhan ekonomi yang stabil, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di Maluku Utara. Hal ini menegaskan bahwa kepemimpinan perempuan memberikan kontribusi strategis untuk tata kelola pemerintahan yang inklusif, responsif, dan berorientasi kepada kesejahteraan sosial.

            Dengan demikian, kepemimpinan Sherly Tjoanda tidak hanya menunjukkan keberhasilan personal sebagai gubernur perempuan pertama Maluku Utara, tetapi juga menandai kemajuan penting dalam perjuangan kesetaraan gender di dunia politik Indonesia. Sherly menjadi bukti bahwa perempuan memiliki kapasitas dan kontribusi besar dalam tata kelola pemerintahan yang inklusif, adil, dan demokratis, sekaligus membuka peluang bagi perempuan lain untuk memperjuangkan hak politik dan sosial yang setara.

KESIMPULAN

            Sherly tjoanda sebagai gubernur perempuan pertama di Maluku utara tidak hanya menandai pencapaian politik pribadi tetapi juga simbol penting perlawanan terhadap sistem patriarki yang mendominasi dunia politik di Indonesia. Dalam masa kepemimpinannya sejak 2025, Sherly berhasil menetapkan kebijakan strategis yang fokus pada pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan penguatan ekonomi lokal. program yang sangat inklusif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di daerah terpencil. Selain itu, Sherly secara aktif memperjuangkan pemberdayaan perempuan melalui pelatihan keterampilan, edukasi setara, dan advokasi hak perempuan, membuka ruang seluas-luasnya bagi perempuan untuk berperan dalam pengambilan kebijakan publik. Kepemimpinan Sherly membuktikan bahwa perempuan memiliki kapasitas tinggi sebagai agen perubahan sosial-politik yang mampu mendorong kemajuan yang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam sistem yang masih patriarkal. Dengan demikian, Sherly Tjoanda menjadi inspirasi kuat dan simbol kemajuan kesetaraan gender di dunia politik Indonesia, sekaligus membuka jalan bagi perempuan lain dalam meraih posisi strategis di pemerintahan.

            Kesimpulan ini menggarisbawahi keberhasilan Sherly dalam tata kelola pemerintahan yang inklusif, berkeadilan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di Maluku Utara sekaligus memperkuat perjuangan pemberdayaan perempuan di ranah politik dan sosial.

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Detik.com. (2025, Februari 20). Profil Sherly Tjoanda, Gubernur Maluku Utara Periode 2025-2030. Diakses dari https://www.detik.com/sulsel/berita/d-7789694/profil-sherly-tjoanda-gubernur-maluku-utara-periode-2025-2030

Tempo.co. (2024, November 29). Sherly Tjoanda-Sarbin Unggul di Pilgub Maluku Utara. Diakses dari https://www.tempo.co/politik/sherly-tjoanda-sarbin-unggul-di-pilgub-maluku-utara-perolehan-suara-lebih-dari-50-persen-1175090

Wikipedia.org. (2025, Februari 21). Sherly Tjoanda. Diakses dari https://en.wikipedia.org/wiki/Sherly_Tjoanda

YouTube. (2025, Februari 27). Profil Sherly Tjoanda Kepala Daerah Terkaya, Gubernur Maluku Utara 2025-2030. Diakses dari https://www.youtube.com/watch?v=y377s1HbkcQ

Malutprov.go.id. (2025, November 24). Website Resmi Provinsi Maluku Utara. Diakses dari https://malutprov.go.id/front

 

 

 

 

 

 

 

 

Comments

Popular posts from this blog

Hasil Kajian Studi Mengenai Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Di Lingkungan XIV Kelurahan Sei Agul Kecamatan Medan Barat